Craftsmen Specialty Coffee

The Ordinary Patrons

Craftsmen Specialty Coffee

Craftsmen Specialty Coffee is a cafe in Siglap V that sells coffee and beer as well as ice cream, cakes, waffles and other small bites. They also retail packs of coffee beans, brewing equipment and accessories like syphon and filters.

Craftsmen Specialty Coffee

It is another cafe with the “industrial look” – exposed ceilings, bare concrete floor, “semi-finished” walls and the now ubiquitous “Edison” filament light bulbs. It is getting difficult to tell one trendy cafe from another by the interiors. The distinguishing features in Craftsmen Specialty Coffee are the coffee drip tower prominently placed on the main long table and the display of a variety of craftsbeer and cider.

Craftsmen-2

The menu offers the usual hot and cold coffee plus special brews from the Brew Bar – V-60, Chemex, Siphon, Woodneck and French Press. Prices range from $3.50 (Espresso) to $8 (Siphon). There is a Baby Cino at $2 for kids.

Cakes are…

View original post 211 more words

Advertisements

How Do You Describe Coffee Smell In Words – Visiting Shearwater Organic Coffee Roasters

Talk-A-Vino

DSC_0814Seriously, I really mean it as a question – how do you describe coffee smell? I’m asking here the people who cherishes or may be even worships the good cup of coffee – how one can describe that “pick-me-up” goodness when you walk into the room and smell freshly brewed, real, delicious coffee made with love? It is hard, right? You can describe the effects of that smell (invigorating, uplifting, awakening…), but not the smell itself. But – if you are into the coffee, it is enough to say “the wonderful smell of fresh coffee”, and we understand each other. And let me throw in a few pictures for the good measure…

When I walked into the shop of Shearwater Organic Coffee Roasters in Trumbull, CT, I felt like a kid in the toy store. It was all about coffee – the smell, the coffee makers, huge bags of coffee…

View original post 939 more words

Cerita Singkat tentang Kopi

Terjemahan kasar dari “A Short History about Coffee”

Ya, saya tahu bahwa Anda mencitani kopi hitam anda dan kaya Jawa setiap harinya, tetapi apakah Anda punya ide tentang bagaimana sampai ia singgah ke cangkir Anda?

Negara asal darimana kopi dianggap lahir ialah Etiopia, dan cerita di balinya ialah bahwa ada seorang gembala kambing yang memperhatikan kambing-kambingnya menjadi begitu hiper setelah memakan beri-beri Etiopia. Tentang apa itu? Ia kemudian memutuskan untuk memproses beri-beri itu menjadi minuman, dan akhirnya kopi lahir! Menjadi lebih kompleks daripada itu, walaupun begitu, karena hingga tahun 1600-an untuk mengimpor kopi ke Venice dan mempengaruhi seluruh Eropa, dan kami di Amerika Serikat belumlah menikmati bean enak itu hingga sampai 1607 ketika John Smith membawanya ke Jamestown.

Ada banyak cerita tentang sejarah kopi, tetapi ini menjadi barangkali kita bisa menikmati sejarah ini sedikit sebagai anekdote untuk membuat teman-teman anda terkesan kepada Anda.

Jenis-Jenis Kopi Seduh Perlu Anda Tahu (1)

Jenis-Jenis Kopi Seduh Perlu Anda Tahu (1).

JIKA Anda terbilang pemula dalam meminum kopi, pilihan jenis kopi terbaik yang bisa dicicipi adalah cappucino. Pasalnya, dari jenis minuman ini Anda bisa memahami espresso yang tidak begitu kuat dengan susu sebagai penyeimbang rasa pahit. Tampilannya juga menarik.

Berikut jenis-jenis kopi yang perlu Anda pahami untuk mengetahui perbedaan karakteristiknya, seperti diulas Kitchendaily:

Latte
Jenis latte terpopuler adalah espresso Italia dengan campuran dua bagian susu rebus dan satu bagian kopi. Berbeda dengan cappuccino, latte mengandung lebih banyak susu dan biasanya disajikan dalam secangkir gelas berukuran 7 ons. Latte hanya terbuat dari susu yang direbus sehingga tidak memiliki tekstur ekstra berbusa.

Espreso
Banyak yang menganggap espresso adalah biji kopi yang belum atau sudah dipanggang. Pernyataan tersebut salah, yang benar adalah espresso mengacu pada metode pembuatan minuman. Espresso menggambarkan kopi yang dibuat menggunakan mesin espresso.

Cappucino
Cappucino adalah minuman kopi berbasis espresso Italia yang berisi satu bagian espresso, satu bagian susu rebus, dan satu bagian susu berbusa. Jika pembuatannya benar, setiap cangkir cappuccino harus mengandung kopi, susu, dan susu berbusa dengan proporsi yang sama.

Americano
Americano adalah suntikan espresso dengan tambahan air agar rasa lebih encer. Keenceran ini menyebabkan rasa minuman mendekati kopi Amerika yang disaring lalu mendapat tambahan espresso. Biasanya, Americano menggunakan tambahan 6-8 ons air, jumlahnya dapat berubah sesuai selera masing-masing.

Cortado/Gibraltar
Meskipun nama Cortado dan Gibraltar berbeda, sebenarnya ini adalah jenis kopi yang sama. Yang membedakan hanyalah kedai kopi tempat Anda memesannya. Cortado merupakan “cut” espresso Spanyol dengan tambahan susu rebus. Cortado berasal dari bahasa Spanyol untuk “cut (memotong)”. (ftr)

Deretan Kopi Nusantara dengan Delapan Citarasa (II-Habis)

Deretan Kopi Nusantara dengan Delapan Citarasa (II-Habis).

BERUNTUNG bagi Indonesia karena menjadi negara penghasil kopi ketiga terbesar di dunia. Pencinta kopi dari penjuru dunia pun gemar berburu citarasa kopi khas Nusantara.

Simak ragam kopi Nusantara, seperti dilansir laman Bandarkopi:

Kopi Luwak
Kopi luwak dianggap sebagai satu dari kopi terbaik yang pernah ada. Pusat perkebunan kopi luwak ada di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, dan merupakan kopi jenis Robusta.

Luwak, Musang Asia, adalah penyebab keunikan kopi ini. Omnivora ini menaiki tanaman kopi di malam hari, mengambil, lalu mengonsumsi buah kopi terbaik. Biji dari buah yang telah dimakan tersebut kemudian keluar bersama kotoran luwak.

Dipercaya sebagai biji kopi terbaik karena luwak dianggap memilh buah yang matang terbaik dan biji tersebut telah melewati fermentasi alami dalam perut luwak. Rasa yang dihasilkan sangat unik, punya aroma panggang yang tidak seperti kopi biasanya.

Kopi Sulawesi
Area yang paling terkenal dengan produksi kopi di pulau ini adalah Tana Toraja di pusat dataran tinggi Sulawesi Selatan. Seperti kebanyakan pulau lainnya di Indonesia, Sulawesi mempunyai kondisi geologis kuno yang menyebabkan tanahnya mengandung besi tinggi yang dapat mempengaruhi rasa dari kopi tersebut.

Kopi Sulawesi punya rasa yang berbeda sehingga begitu dituangkan di cangkir kopi, kopi ini mempunyai citarasa kacang dan bahan rempah, di antaranya kayu manis atau kapulaga dan sedikit aroma lada hitam.

Kopi Flores
Flores terkenal dengan gunung berapi dan tanah vulkaniknya. Abu vulkanik tersebut membentuk andolsol yang subur, ideal untuk produksi kopi organik. Kopi Arabika ini tumbuh di ketinggian 1.200 hingga 180 meter di lereng bukit dan dataran tinggi.

Kebanyakan kopi ditanam di bawah pohon yang rindang dan menggunakan teknik giling basah. Kopi flores punya citarasa coklat, biji yang berisi, dan sedikit rasa tobacco.

Kopi Papua
Ada dua area utama penghasil kopi di Papua, yakni lembah Baliem dan Kamu. Kedua area tersebut ada di ketinggian 1.400 sampai 2.000 meter, sangat ideal untuk menanam kopi Arabika. Total kopi yang diproduksi kedua area ini adalah 230 ton per tahun.

Petani di sana menggunakan proses semibasah untuk memproduksi kopinya. Pestisida dan herbisida kimia tidak digunakan dalam produksinya sehingga kopi ini menjadi berharga dan langka. Kopi Papua punya biji yang berisi, sedikit rasa coklat dan tanah, serta rasa pedas di akhir. (ftr)

Kopi Papua hasilkan laba ratusan juta | SINDOnews

Kopi Papua hasilkan laba ratusan juta | SINDOnews.

Sindonews.com – Bisnis kopi Papua yang dimulai Prawito Adi Nugroho empat tahun silam ini perlahan menuai hasil manis. Tidak hanya menguntungkan, namun juga membuka lapangan kerja.

Prawito tadinya tidak menyangka komoditas kopi asal Pegunungan Bintang, Papua ini dapat memberi keuntungan menarik. Peluang usaha ini berawal ketika sepupu Prawito yang berada di Papua, bernama Winardi, kedatangan suku asli di sebuah gudang di distrik Wamena dan menawarkan kopi hasil panennya. Meski sempat ragu dan bingung memanfaatkan komoditas ini, 20 kg kopi mentah pun dikirimkan ke Jakarta.

Bermodalkan koneksi di salah satu coffee shop ternama di daerah Senopati, Prawito pun berniat menjual kopi mentah tersebut. Dari tempat inilah semua bermula. “Dia tanya jenis kopinya, tapi saya buta sama sekali tentang kopi. Bentuknya juga berantakan, tapi setelah digoreng (sangrai/roasted) 1 kg, dia bilang ini bisa jadi kopi bagus,” kenang lulusan Sastra Jepang Universitas Bina Nusantara ini.

Setahun lamanya Prawito mempelajari seluk beluk kopi dan pengolahannya. Setelah mendapatkan masukan dan tambahan pengetahuan baik dari teman, buku, maupun informasi lainnya secara perlahan Prawito menerapkan cara mengolah kopi yang baik sehingga menghasilkan produk yang disebut Arabica Specialty Coffee.

Pekerjaan di sebuah event organizeryang telah empat tahun dilakoninya pun mulai ditinggalkan dan fokus di usaha ini. “Akhirnya saya aplikasikan ilmunya ke sana (Papua) ngajarinnya lumayan juga, satu tahunan,”ujar penggila fotografi ini. Dari segi rasa, Prawito mengatakan, ahli yang mencicipi kopi Papua mengatakan, kopi ini memiliki cita rasa campuran cokelat, buah-buahan, dan sedikit rasa tanah.

Biji kopi dapat disebut sebagai biji kopi spesial bila memenuhi beberapa syarat utama di antaranya tanaman kopi harus tumbuh minimal di ketinggian 1.200–2.200 di atas permukaan laut. Papous Coffee merupakan kopi yang berasal dari Papua tepatnya di pegunungan Lembah Baliem Wamena, lembah di pegunungan Jayawijaya dengan ketinggian di atas 1.600 meter atau puncak lembah dengan ketinggian tertinggi di Indonesia.

Biji kopi mentah (Green Bean) menjadi awal usaha Papous Coffee. Nama Papous diambil dari sebutan Belanda untuk Papua pada zaman penjajahan dahulu, Papoos. Perkebunan ini memang tadinya perkebunan milik Belanda pada zaman penjajahan. “Saya baca-baca zaman dulu Pulau Papua itu di peta kuno namanya Papoos/Papous,”ujarnya.

Dengan modal Rp30 juta dari tabungan pribadinya, Prawito mulai membeli kopi dalam jumlah besar.Sebanyak 500 kg kopi langsung diboyong ke Jakarta dengan perantara saudara sepupunya, membeli hasil kopi dari petani skala kecil yang tinggal di lembah Baliem, dekat Kota Wamena dan di lembah Kamu, dekat Kota Moanemani.

Kedua wilayah ini terletak di ketinggian antara 1.400 dan 2.200 meter di atas permukaan laut. Selain untuk membeli kopi, uang tersebut juga dipakai untuk membeli alat sortir,membayar tenaga orang, serta ekspedisi barang. “Itu pas tahun kedua, setelah belajar kopi, pakai uang tabungan,” ungkap anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Awalnya Prawito mulai menjadi penyuplai biji kopi mentah untuk satu kopi di daerah Senopati. Tak lama permintaan kopi khas Papua berkembang dan menjadikan dirinya sebagai penyuplai untuk beberapa produsen kafe seperti Anomali, JJ Royal Coffe, Maharaja Coffe, Santino Coffee, Roswell Coffee, dan sejumlah kafe atau coffee house lainnya. Selain itu, produk kopi ini juga sudah masuk di Grand Lucky SCBD, KemChick Kemang, dan beberapa pasar swalayan.

“ Untuk sementara promosi kita lebih banyak online. Facebook, Twitter, dan dari teman-teman yang terdekat dulu,”tuturnya. Selain Green Bean, pada 2010 Papous mulai mengembangkan produk biji kopi matang (Roasted Bean Coffee). Untuk produk ini Green Bean yang telah melalui proses sortir dipanggang menggunakan mesin ‘roaster’. Roasted Bean pun dikemas dalam beberapa macam ukuran yaitu 100 gr,200 gr, dan kemasan 1 kg.

Kemasan kopi ini pun dibuat secara khusus dengan menggunakan kemasan khu-sus kopi yang diimpor dari Taiwan. “Kalau ke distributor kita ada quantity minimumnya, di atas 5 kg,”ujar pria kelahiran 1980 ini. Produk terakhir, Coffee Bar, konsep mini kafe yang dirintis pada 2011 dengan menyajikan kopi siap minum dengan berbagai menu andalan Papous Coffee untuk berbagai acara.

Prawito pun telah mempekerjakan seorang pegawai gudang di daerah Bekasi dan dua orang pegawai Coffee Bar. Selain itu, Prawito juga memanfaatkan beberapa keluarga yaitu sekitar 15 keluarga di sekitar Bekasi yang bertugas untuk menyortir kopi. Hingga tahun keempat, Prawito sudah merasakan wanginya keuntungan kopi Papua ini.

Secara omzet,kata Prawito, tiap produk memberikan kontribusi yang berbeda. Green Bean masih menjadi kontributor terbesar, yang dalam setahunan menghasilkan omzet sekitar Rp200-300 juta.“Green Bean hitungannya satu tahun, kira-kira Rp200-300 juta, tapi itu masih kecil karena kita terbatas di dana. Kalau misalnya suatu saat kita kuat bisa lebih dari itu,”tuturnya.

Sementara produk Roasted Bean Coffee setiap bulan bisa menghasilkan omzet sekitar Rp10-15 juta, dan Coffee Bar menghasilkan omzet sekitar Rp15 juta per bulan. (mai)

Coffee grown in Australia – A history of coffee developed right here

Byron Beans

Coffee initially arises from the highlands throughout Ethiopia. Over fifteen hundred years back, it was delivered to Arabia, after that Europe and then to North and South America. It was simply within the late 19th century when Australia begun to grow coffee commercially. Within the 19th century, Australian coffee ended up being appreciated within Europe and even picked up a number of medals within London. It had been the substantial labor costs that lead to the decline within Australia’s coffee creation. They only couldn’t contend with locations just like Brazil, Indonesia, the Americas and Africa. Coffee manufacturing picked up again within the late 1980’s when machine harvesting ended up being introduced to the marketplace. This allowed the producers to reduce their harvesting costs plus they might once again contend with some other coffee suppliers.

Where is the coffee grown within Australia?

A couple of the major places that coffee is…

View original post 222 more words

A Short History about Coffee

Yes, I know that you love to love your dark and rich Java every single day, but do you have any idea how it came to be in your cup?

The country of origin where coffee was supposed to have been birthed is Ethiopia, and the story behind it is that there was a goat herder who noticed that his goats were pretty hyper after eating wild Ethiopian berries. What’s that about? He then decided to brew those berries into a drink, and coffee was born! It is a lot more complex than that though, because it took until the 1600s for coffee to be imported into Venice and affect all of Europe, and we in the US didn’t see the delicious bean until 1607 when John Smith brought it over into Jamestown.

There is much more to learn about the decadent history of coffee, but that is a little bit of fun history for you to use as anecdotes to impress your friends.

10 Most Expensive Coffee in the World

10 Most Expensive Coffee in the World – Coffee is one beverage that is famous as the best of drinks are available throughout the world. The most refreshing of all drinks. Being a commercial crop, coffee is the economic mainstay of many countries. There are several varieties of coffee. They differ in quality, flavor and taste. Here is a list of the ten most expensive coffee from around the world.

Civet Coffe – Indonesia

Civet coffee is coffee that is produced from coffee beans that have been eaten by and passed through the digestive tract of a civet. Coffee fame has been known to foreign countries. Even in the United States, there is a cafe or shop that sells coffee Luwak (civet coffee) at a price that is quite expensive. Dikais coffee from civet droppings can reach the price: $ 160 per pound.

Notoriety is believed that the myth of coffee in the past, when the coffee plantations massively opened during the reign of the Dutch East Indies until the 1950’s, at which time there was still a lot of ferret animal mongoose.

Luwak coffee native of West Lampung
Mongoose, civet or Luwak full, happy looking fruits quite well and cook including coffee fruit as food. Luwak coffee will choose fruit that really cook the food, and after that, the beans are protected and undigested hard skin will come out with the civet droppings. Coffee beans like this, in the past often hunted coffee farmers, as is believed to come from the best coffee beans and naturally fermented in the stomach mongoose. And supposedly, this civet coffee taste really different and special among the fans and connoisseurs of coffee.

Hacienda La Esmeralda – Boquete, Panama

Hacienda La Esmeralda’s Geisha grown in Boquete, Panama is popular all over the world for its taste. It is mostly cultivated in the shade of old guava trees. You can enjoy a coffee at a price: $ 104 per pound.

Island of St. Helena Coffee Company – St Helena

Island of St Helena, 1,200 miles off the coast of Africa is a breeding ground for St Helena Coffee. It owes its popularity is now on Napoleon Bonaparte who praised the coffee sow his seed on the island of St. Helena. You can enjoy a coffee at a price: $ 79 per pound.

El Injerto – Huehuetenango, Guatemala

This kind of coffee by El Injerto owes its origins in the region of Huehuetenango, Guatemala. Has bagged the first prize in the 2006 Cup of Excellence. You can enjoy a coffee at a price: $ 50 per pound.

Fazenda Santa Ines – Minas Gerais, Brazil

Rated as the highest in the history of the Cup of Excellence, this coffee is anger with Caffe Artigiano, a famous cafe two roasters in Canada and Australia. This exclusive coffee mugs are available at other specialty stores around the world. You can enjoy this coffee at a price: $ 50 per pound.

Blue Mountain – Wallenford Estate, Jamaica

Jamaica Blue Mountain is known for the quality variables. It is very popular among coffee lovers for its taste and light aroma is strong. Japan imports about 85% of this coffee. You can enjoy this coffee at a price: $ 49 per pound.

Los Planes – Citala, El Salvador

Los Planes best commercial crop grown in El Salvador ranked second in the Cup of Excellence 2006. This is a 93.52 out of 100 of the international jury in the competition. You can enjoy this coffee at a price: $ 40 per pound.

Hawaii Kona Coffee

Brazil introduced the UK to the coffee trees Kona rich volcanic soil at the end of the 1820s. Climate where it’s suitable for coffee cultivation. Known with a sense of comfort and taste, you can enjoy this coffee at a price: $ 34 per pound.

Starbucks Rwanda Blue Bourbon – Gatare / Karengera, Rwanda

Starbucks coffee beans is found in Gatare and Karengera from their visit to the coffee washing stations in Rwanda in 2004. Now, Rwanda Blue Bourboncoffee farmers plant beans as main crops. You can enjoy this coffee at a price: $ 24 per pound.

Yauco Selecto AA Coffee – Puerto Rico

Originating in the Yauco, Puerto Rico coffee is known for excellence in the whole world. Produced in Southwestern Puerto Rico Mountains, this coffee valued for mild flavor. You can enjoy this coffee at a price: $ 24 per pound.