Deretan Kopi Nusantara dengan Delapan Citarasa (II-Habis)

Deretan Kopi Nusantara dengan Delapan Citarasa (II-Habis).

BERUNTUNG bagi Indonesia karena menjadi negara penghasil kopi ketiga terbesar di dunia. Pencinta kopi dari penjuru dunia pun gemar berburu citarasa kopi khas Nusantara.

Simak ragam kopi Nusantara, seperti dilansir laman Bandarkopi:

Kopi Luwak
Kopi luwak dianggap sebagai satu dari kopi terbaik yang pernah ada. Pusat perkebunan kopi luwak ada di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, dan merupakan kopi jenis Robusta.

Luwak, Musang Asia, adalah penyebab keunikan kopi ini. Omnivora ini menaiki tanaman kopi di malam hari, mengambil, lalu mengonsumsi buah kopi terbaik. Biji dari buah yang telah dimakan tersebut kemudian keluar bersama kotoran luwak.

Dipercaya sebagai biji kopi terbaik karena luwak dianggap memilh buah yang matang terbaik dan biji tersebut telah melewati fermentasi alami dalam perut luwak. Rasa yang dihasilkan sangat unik, punya aroma panggang yang tidak seperti kopi biasanya.

Kopi Sulawesi
Area yang paling terkenal dengan produksi kopi di pulau ini adalah Tana Toraja di pusat dataran tinggi Sulawesi Selatan. Seperti kebanyakan pulau lainnya di Indonesia, Sulawesi mempunyai kondisi geologis kuno yang menyebabkan tanahnya mengandung besi tinggi yang dapat mempengaruhi rasa dari kopi tersebut.

Kopi Sulawesi punya rasa yang berbeda sehingga begitu dituangkan di cangkir kopi, kopi ini mempunyai citarasa kacang dan bahan rempah, di antaranya kayu manis atau kapulaga dan sedikit aroma lada hitam.

Kopi Flores
Flores terkenal dengan gunung berapi dan tanah vulkaniknya. Abu vulkanik tersebut membentuk andolsol yang subur, ideal untuk produksi kopi organik. Kopi Arabika ini tumbuh di ketinggian 1.200 hingga 180 meter di lereng bukit dan dataran tinggi.

Kebanyakan kopi ditanam di bawah pohon yang rindang dan menggunakan teknik giling basah. Kopi flores punya citarasa coklat, biji yang berisi, dan sedikit rasa tobacco.

Kopi Papua
Ada dua area utama penghasil kopi di Papua, yakni lembah Baliem dan Kamu. Kedua area tersebut ada di ketinggian 1.400 sampai 2.000 meter, sangat ideal untuk menanam kopi Arabika. Total kopi yang diproduksi kedua area ini adalah 230 ton per tahun.

Petani di sana menggunakan proses semibasah untuk memproduksi kopinya. Pestisida dan herbisida kimia tidak digunakan dalam produksinya sehingga kopi ini menjadi berharga dan langka. Kopi Papua punya biji yang berisi, sedikit rasa coklat dan tanah, serta rasa pedas di akhir. (ftr)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s